Waspada Potensi Bencana di Akhir 2026
0 menit baca
Ilustrasi bencana. (ist)
BEJANANEWS, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan soal potensi bencana yang bisa terjadi pada November-Desember 2026.
Potensi itu muncul seiring dengan yang akan masuk pada periode akhir tahun tersebut.
Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan memaparkan sebanyak 185 zona musim (ZOM) atau 24,66 persen luas daratan Indonesia yang memasuki musim hujan pada November.
Kemudian selanjutnya disusul 266 ZOM atau 17,3 persen daratan pada Desember memasuki musim hujan.
"Awal musim hujan tahun ini di 529 zona musim atau 61,08 persen daratan mengalami kemunduran dibandingkan rata-rata klimatologinya," ungkapnya.
Pada periode awal musim hujan hingga puncak musim hujan ini menurutnya singkat dan sangat dekat.
Puncak musim hujan diproyeksikan terkonsentrasi pada Desember 2026 (155 ZOM), Januari 2027 (162 ZOM), dan Februari 2027 (190 ZOM), dengan durasi musim hujan pada 482 ZOM diprediksi lebih pendek dari kondisi normal.
"Kita perlu mewaspadai lonjakan curah hujan yang berpotensi memicu banjir dan tanah longsor," ujarnya.
Meskipun durasinya lebih pendek, BMKG mencatat akumulasi curah hujan selama musim hujan 2026/2027 pada 510 ZOM (69,7 persen daratan) berada pada kategori normal dan 147 ZOM (18,5 persen daratan) di atas normal. (*)
BEJANANEWS, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan soal potensi bencana yang bisa terjadi pada November-Desember 2026.
Potensi itu muncul seiring dengan yang akan masuk pada periode akhir tahun tersebut.
Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan memaparkan sebanyak 185 zona musim (ZOM) atau 24,66 persen luas daratan Indonesia yang memasuki musim hujan pada November.
Kemudian selanjutnya disusul 266 ZOM atau 17,3 persen daratan pada Desember memasuki musim hujan.
"Awal musim hujan tahun ini di 529 zona musim atau 61,08 persen daratan mengalami kemunduran dibandingkan rata-rata klimatologinya," ungkapnya.
Pada periode awal musim hujan hingga puncak musim hujan ini menurutnya singkat dan sangat dekat.
Puncak musim hujan diproyeksikan terkonsentrasi pada Desember 2026 (155 ZOM), Januari 2027 (162 ZOM), dan Februari 2027 (190 ZOM), dengan durasi musim hujan pada 482 ZOM diprediksi lebih pendek dari kondisi normal.
"Kita perlu mewaspadai lonjakan curah hujan yang berpotensi memicu banjir dan tanah longsor," ujarnya.
Meskipun durasinya lebih pendek, BMKG mencatat akumulasi curah hujan selama musim hujan 2026/2027 pada 510 ZOM (69,7 persen daratan) berada pada kategori normal dan 147 ZOM (18,5 persen daratan) di atas normal. (*)
