Kesulitan Tangani Api di TN Berbak, Satgas Minta Dukungan Helikopter Super Puma
0 menit baca
Bejananews.com, Jambi - Satuan tugas (satgas) kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) Provinsi Jambi meminta bantuan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk mengirimkan helikopter Super Puma.
Gubernur Jambi, Al Haris mengatakan, helicopter itu dibutuhkan untuk menangani Karhutla di dalam Kawasan Taman Nasional (TN) Berbak yang sulit dijangkau.
"Kami sudah rapat khusus membahas langkah-langkah tindak lanjut situasi yang ada di lokasi di taman nasional," aku Al Haris, Selasa (13/10/2026).
Menurutnya, tantangan dalam menangani karhutla di taman nasional lebih besar dibanding lahan masyarakat.
Satgas mengalami kesulitan menjangkau lokasi karena persoalan akses. Selain itu juga persoalan alat dan air.
Makanya, Satgas menilai penanganan yang lebih efektif adalah meminta bantuan helikopter Super Puma ke BNPB.
Dengan adanya dukungan armada udara, akan mempermudah penanganan karena tim darat sangat kesulitan menjangkau lokasi dan membawa alat berat ke dalam kawasan taman nasional.
"Nanti helinya berlabuh di sana, kita bawa perlengkapan, pasang tenda, nanti mereka akan bekerja di sana," ujarnya.
Di sisi lain, Al Haris mengungkapkan hingga Selasa (13/10/2026) kemarin, luas lahan yang terbakar di Provinsi Jambi mencapai 4.335 hektare. (*)
Gubernur Jambi, Al Haris mengatakan, helicopter itu dibutuhkan untuk menangani Karhutla di dalam Kawasan Taman Nasional (TN) Berbak yang sulit dijangkau.
"Kami sudah rapat khusus membahas langkah-langkah tindak lanjut situasi yang ada di lokasi di taman nasional," aku Al Haris, Selasa (13/10/2026).
Menurutnya, tantangan dalam menangani karhutla di taman nasional lebih besar dibanding lahan masyarakat.
Satgas mengalami kesulitan menjangkau lokasi karena persoalan akses. Selain itu juga persoalan alat dan air.
Makanya, Satgas menilai penanganan yang lebih efektif adalah meminta bantuan helikopter Super Puma ke BNPB.
Dengan adanya dukungan armada udara, akan mempermudah penanganan karena tim darat sangat kesulitan menjangkau lokasi dan membawa alat berat ke dalam kawasan taman nasional.
"Nanti helinya berlabuh di sana, kita bawa perlengkapan, pasang tenda, nanti mereka akan bekerja di sana," ujarnya.
Di sisi lain, Al Haris mengungkapkan hingga Selasa (13/10/2026) kemarin, luas lahan yang terbakar di Provinsi Jambi mencapai 4.335 hektare. (*)
