Ratusan Hektare Sawah di Batang Hari Gagal Panen
0 menit baca
Bejananews.com, Muarabulian- Kemarau panjang menyebabkan kekeringan pada lahan sawah warga Kabupaten Batang Hari.
Akibatnya seluas 194 hektare sawah yang digarap petani mengalami gagal panen (puso).
"Untuk lahan sawah yang mengalami puso itu tersebar di tujuh kecamatan yang memiliki area pertanaman padi," kata Kepala Bidang Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Batang Hari, Roma Uliana.
Dia mengatakan total lahan pertanian yang terdampak kekeringan mencapai sekitar 1.200 hektare. Dimana, 194 hektare di antaranya telah mengalami puso. Bahkan, ada sekitar 183 hektare lahan lainnya masih mengalami kekeringan berat.
Jika kondisi ini terus berlanjut dan curah hujan belum mencukupi, luas lahan yang mengalami puso kemungkinan akan bertambah.
Tanaman padi yang paling rentan mengalami puso adalah tanaman berusia nol hingga satu bulan atau masih dalam fase vegetatif.
Pada tahap ini, tanaman sangat membutuhkan pasokan air untuk mendukung pertumbuhan.
Sementara itu, tanaman yang telah memasuki fase generatif atau mulai berbuah masih berpeluang dipanen, meskipun hasil produksinya berpotensi menurun akibat kekurangan air.
Untuk mengantisipasi meluasnya gagal panen, pihaknya mengoptimalkan penggunaan pompa air milik kelompok tani serta meminjamkan pompa air yang tersedia di dinas kepada petani yang membutuhkan.
"Apabila kondisi kering terus berlanjut, bukan hanya luas sawah puso yang berpotensi bertambah, tetapi juga produktivitas padi di Kabupaten Batang Hari terancam mengalami penurunan," tutupnya. (*)
